Jika sudah berbicara mengenai angka 666, maka biasanya topik ini akan menjadi seperti “bola liar.” Tiap orang Kristen maupun tiap kelompok komunitas Kristen berusaha untuk menafsirkan menurut pemahamannya, bahkan cenderung semaunya sendiri. Banyak yang bukan mencari makna aslinya tetapi menjadikan ayat ini sebagai peluru untuk menguatkan pemahaman yang sudah terbentuk di otaknya.
Dari eksposisi di atas, paling tidak kita harus memiliki dua syarat ini agar bisa memahami apakah yang dimaksud dengan 666 itu:
- Sudah menempatkan KRISTUS sebagai yang utama di dalam seluruh aspek kehidupan kita.
- Memiliki pengertian dan pemahaman firman TUHAN dengan baik.
Jika dua syarat ini sudah terpenuhi, maka untuk bisa memahami apa, siapa, dan bagaimana 666 akan menjadi lebih mudah. Tanpa dua syarat ini, maka penafsiran tentang 666 akan bias dan cenderung menyesatkan.
Eksposisi Wahyu 13:18
“Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam”(Why 13:18).
Pentingnya Hikmat
“Yang penting di sini ialah hikmat….” Itu kalimat awal di ayat ini. Apa yang dimaksud dengan hikmat itu? Dalam bahasa Yunani “hikmat” di sini menggunakan kata sophia. Dalam kamus Yunani sophia selain berarti hikmat, juga bisa berarti ilmu, kepandaian, kitab Hikmat dan Hikmat. Perhatikan Hikmat (dengan huruh awal besar), itu artinya menunjuk kepada hikmat yang dipersonifikasikan. Paulus pernah dengan cukup jelas mengatakan siapakah hikmat yang dipersonifikasikan ini: “Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan TUHAN yang mulia” (I Kor 2:7-8). Secara tegas Paulus kemudian berkata, “… Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah” (I Kor 1:24). Jadi hikmat yang dipersonifikasikan menurut Paulus dan Alkitab tidak lain adalah YESUS KRISTUS.
Perhatikan: yang menyebabkan sehingga semua orang, baik kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba akhirnya pikirannya dikuasai uang dan tangan mereka bekerja hanya untuk uang adalah “binatang yang keluar dari dalam bumi”, yakni si nabi palsu (baca Why 13:11-18). Menurut Why 13:12, ia seperti “anak domba”. Jadi sangat besar kemungkinannya bahwa ia berasal dari kalangan keluarga besar “kekristenan”. Dan bukankah sekarang sudah biasa orang yang disebut “pendeta” di dalam khotbahnya hanya fokus membicarakan tentang berkat dan hidup yang berkelimpahan? Hal ini berarti kondisi sekarang sudah sangat siap bagi akhir zaman, bagi zaman dimana nabi palsu dan antikristus berkuasa. Saat ini yang namanya penyesatan itu sudah terjadi.
Sumber: http://www.theway.or.id/?p=661